Siswa di Pedalaman Kotim Belajar Bergantian di Satu Ruang Kelas

Ratusan siswa Sekolah Dasar (SD) di Desa Pelantaran Bawah, Cempaga Hulu, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara bergantian akibat minimnya ruang kelas di sekolah itu.

“Di sekolah itu terdapat murid dari kelas 1-6 dengan jumlah murid rata-rata antara 15-20 anak per kelas. Dengan hanya satu ruangan kelas, kegiatan belajar mengajar terpaksa dilaksanakan bergiliran,” kata Anggota DPRD Kalteng Siti Nafsiah Rafles, di Palangkaraya, Sabtu.

Nafsiah mengaku prihatin dengan kondisi pendidikan di pedalaman Kalimantan Tengah, karena banyak bangunan sekolah yang sudah tidak layak atau bahkan sama sekali tidak ada untuk jenjang SMP ataupun SMA.

Menurut dia, warga masyarakat di wilayah pedalaman Kabupaten Kotawaringin Timur meminta pemerintah daerah setempat segera membangun gedung sekolah baru terutama untuk jenjang sekolah menengah guna menampung murid-murid lulusan sekolah dasar.

“Masyarakat banyak berharap agar pemerintah dapat merealisasikan pembangunan gedung-gedung sekolah itu dalam tahun anggaran 2007 ini,” katanya.

Diantara wilayah yang membutuhkan pembangunan gedung sekolah setingkat SMP adalah di Kecamatan Mentaya Hilir Utara. Pembangunan sekolah diharapkan berada di Desa Bagendang Hilir.

“Selama ini, murid-murid lulusan dari tujuh SD yang berada di tiga desa dalam Kecamatan Mentaya Hilir Utara banyak yang kesulitan melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi karena tidak adanya SMP terdekat,” katanya.

Sementara di Kecamatan Pulau Hanaut, kata Nafsiah, masyarakat meminta adanya pembangunan sekolah Madrasah Aliyah di Desa Bapinang, juga untuk menampung murid lulusan SMP di wilayah sekitarnya

Selain upaya pembangunan sekolah baru, warga di sejumlah wilayah lain mengharapkan adanya relokasi bangunan sekolah yang seringkali tergenang banjir sehingga mengganggu kegiatan belajar mengajar.

“Seperti di Desa Parit, Kecamatan Cempaga Hulu terdapat SD Parit 1 yang berlokasi di daerah rawan banjir. Saat ini warga setempat telah sepakat menyediakan lahan bagi pembangunan sekolah baru, tinggal bantuan dari pemerintah saja untuk anggaran pembangunannya,” jelasnya.
sumber :http://www.indonesiaindonesia.com

Iklan

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: