Pembelajaran Bahasa Inggris untuk Anak Desa


Dengan diterapkannya Kurikulum Tingkat Satuan Pembelajaran (KTSP) saat ini, guru dituntut mampu mengembangkan kurikulum dan metode pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan siswa. Metode pembelajaran bahasa Inggris sangat banyak ditawarkan. Lembaga kursus, misalnya, menawarkan metode pengelompokan berdasar kemampuan peserta didiknya dengan level yang berbeda. Misalnya, level pemula (basic), kemudian level bisa (intermediate). Tujuannya memudahkan penyampaian materi pelajaran.

Guru yang mengelola siswa berlatar belakang menengah ke atas (di daerah perkotaan) dengan sarana pendidikan memadai, apalagi siswa itu juga mengikuti kursus (bahasa Inggris), akan mudah menerapkan metode pembelajaran yang lebih. Lalu, bagaimana metodenya jika kita mengajar di sekolah dengan siswa berkemampuan rendah di desa dan berasal dari kalangan menengah ke bawah?

Sebagai guru yang mengajar di Sugihwaras, jauh dari pusat Kota Bojonegoro, berikut penulis mencoba tukar pengalaman tentang metode pembelajaran yang penulis sebut sebagai The Mixed 4 Language Skill Method. Yakni, menggabungkan empat kemampuan bahasa, speaking (berbicara), listening (mendengarkan), reading (membaca), dan writing (menulis). Hanya, dalam menerapkan metode ini, guru terlebih dulu harus membuat rencana dengan matang.

1. Pengajaran pengenalan kosa kata baru (vocabularies)

Untuk dapat memahami pembelajaran bahasa Inggris serta dapat menggunakan empat kemampuan bahasa, seorang guru terlebih dulu mengenalkan kosa kata yang disesuaikan dengan tema (description text/physical description) pada silabus. Pada metode ini, ada beberapa langkah:

Step 1: Guru memberikan background knowledge of teaching (BKOT). Yakni, menerangkan dan memberikan contoh-contoh (modeling) dengan cara : a) meminta murid memakai pakaian bebas/menyiapkan gambar-gambar artis terkenal dari majalah/kota. b) Memberikan modeling/contoh :* Rina stand up please! She is thin and short and wears T-Shirt with collar and mini skirt. *Adi stand up please! He wears short and T-Shirt. *Dian Sastro wears blues with long sleeves and jeans trouser (sambil menunjukkan gambar serta menuliskan kalimat di papan tulis).

Step 2: Guru menganalisis feed back (umpan balik) dari siswa: a) Memberi kesempatan siswa melatih kemampuan beberapa menit. b) Menunjuk siswa untuk menganalisis pakaian dari teman-teman mereka atau gambar yang diberikan. Jika siswa lebih dari 20, guru memberikan analisis kemampuan spelling kata-kata yang diterima.

Step 3. Guru memberikan modeling untuk memasukkan text description Contoh: Rina is short and thin girl, her full name is Rina Kusuma…

Now she wears… dan seterusnya.
Pada pembelajaran ini, juga bisa digunakan guessing picture (menebak gambar). Caranya?

Step 1: Guru menggambar dari objek kata yang akan ditanyakan. Bisa kata benda, kata kerja, dan lain-lain.

Step 2. Guru meminta salah satu siswa ke depan, meminta mengambil lotre berisi kosa kata baru dan menggambarkan untuk dijawab temannya, dan seterusnya.

2. Pembelajaran structure (tata bahasa)

Dalam pembelajaran structure, biasanya hanya dikenalkan bentuk-bentuk rumusnya serta latihan soal. Pada pembelajaran ini, siswa dipadu untuk melakukan speaking. Contoh: Pembelajaran present tense (tema kegiatan sehari-hari kelas VII). Tahapnya berikut ini:

Step 1: Guru memberi model gesture (gerakan badan) kegiatan sehari-hari sambil menulis kalimatnya di papan tulis.

Step 2: Mempersilakan siswa memeragakan dengan gesture serta mengungkapkan kata kerjanya.

Step 3: Guru menerangkan membaca jam (telling time) berapa menit dan memberikan latihan beberapa menit.

Step 4: Guru menerangkan bentuk structure simple present tense.

Step 5: Guru menganalisis feedback siswa dengan memberi pertanyaan ke siswa.

Contohnya, guru: Anis, What do you do at 7.00 PM (sambil menerangkan kegunaan simple present tense beserta menuliskan pertanyaan yang diajukan). Anis menjawab: I read Alquran (sambil menanyakan kegunaan simple present pada bentuk positif… dan seterusnya.

Step 6: Guru membimbing dan mengawasi siswa melatih bertanya kepada salah seorang temannya. Memberikan tabel jawaban dari teman-teman mereka. Contoh tabel hasil percakapan.

Step 7: Guru membimbing siswa membuat laporan dari dialog yang diperoleh, lantas jadilah text recount. Contoh teks: Diah’s family activities.
Diah is a diligent girl, She always gets up at 04.30, her mother cooks in… dst.

3. Mengajarkan dengan memasukkan structure, language expressing. Juga bisa digunakan pembelajaran speaking, reading, writing.

a. Text Narrative

Cara:
1. Sebelumnya, guru menjelaskan kegunaan structure (penggunaan look, look like, simple future (pada pelajaran kelas VIII), language expressing (admiration, congratulation).

2. Guru membimbing siswa dengan memilih dongeng yang populer di kalangan siswa.

3. Guru membimbing siswa menyusun skrip dialog berdasar structure dan language expressing.

4. Guru memberikan kesempatan berlatih peran (drama dari dongeng yang dipilih) sehingga bisa dijadikan pembelajaran speaking.

5. Setelah penilaian speaking, guru membimbing pembelajaran reading dengan cara memberikan pertanyaan berdasar cerita dari masing-masing kelompok yang terlebih dahulu mengenalkan bentuk text narrative.

6. Untuk penilaian writing, guru dapat meminta siswa membuat surat tidak formal dan kartu ucapan kepada temannya yang kalimat-kalimatnya berisi structure/language expressing. Kartu itu kemudian dikirimkan langsung melalui kantor pos terdekat. Khusus kartu ucapan diberikan saat momen yang tepat.

b. Text Procedural

Cara: 1. Guru meminta siswa membawa cooking toys (alat masak mainan).
2. Guru mengenalkan generic structure dari text procedural.
3. Guru mengenalkan kosa kata dengan gesture. Contoh: stir (mengaduk), fray (menggoreng), dan seterusnya dengan mainan yang dibawa.
4. Menilai siswa dengan memberi kesempatan siswa mereka memeragakan hasil text dengan alat mainan.

Demikian beberapa contoh langkah-langkah mengajarkan Mixed 4 Language Skill. Kesimpulannya, siswa akan mudah menerima bila bisa mendengarkan, melihat, dan merasakan apa yang mereka peroleh dari pengajar mereka. (*)

Sumber: http://indopos.co.id/index.php?act=detail_c&id=319732

Iklan

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: