Besok, Kongres Guru Digelar di Jakarta


Di antara berbagai permasalahan yang dihadapinya, baik di sekolah atau di rumah, mulai dari kebijakan pemerintah dan sekolah sampai urusan “dapur”, guru tetap harus memikirkan sesuatu untuk memberikan kontribusi yang positif ke berbagai pihak, baik itu terhadap lembaga guru, pemerintah, sekolah, dan semuanya. Tugas dan kewajiban guru ke depan memang kian berat.

Demikian diungkapkan Ketua Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidkan (STKIP) Kebangkitan Bangsa atau Sampoerna School of Education (SSE) Paulina Pannen menjelang digelarnya Kongres Guru Indonesia (KGI) 2010 yang mulai digelar pada Kamis (20/5/2010) sampai Jumat (21/5/2010), di Balai Kartini, Jakarta.

Mengambil tema “Pendidikan untuk Pembangunan yang Berkelanjutan”, KGI akan dihadiri oleh lebih dari 40 pembicara ternama dari dalam dan luar negeri. Adapun kongres dibuka besok, Kamis (20/5/2010), pagi oleh Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh bersama-sama dengan Paulina Pannen, serta Managing Director Putera Sampoerna Foundation Nenny Soemawinata.

“Sekarang ini ada reformasi besar-besaran di dunia pendidikan, tetapi belum cukup mendapatkan tanggapan dari dunia pendidikan itu sendiri. Reformasi dijalankan, tapi belum tuntas dan belum berhasil seratus persen. Memang, perjalanan itu masih panjang, maka kita berharap bisa terus maju dan itu salah satu tanggung jawab guru,” ujar Paulina kepada Kompas.com di Jakarta, Rabu (19/5/2010).

Paulina mengatakan, saat ini lembaga-lembaga pendidikan guru masih berkutat dengan konsep dan proses-proses pembelajaran yang belum mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan (old fashion). Untuk itu, kata dia, kongres ini mengemban tiga misi penting, yang diharapkan mampu memperkuat komitmen guru untuk bisa memberikan kontribusi positifnya ke berbagai pihak.

“Di akhir kongres ini kita berharap mereka memiliki apa yang kelak disebut dengan best practise,” ujarnya.sumber di sini

Iklan

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: