Alexander Randy Angianto : Usia 19 Tahun Mendapat Gelar Dokter UGM

Alexander Randy Angianto memperoleh gelar Sarjana Kedokteran di usia relatif muda dari UGM Yogyakarta.

Alexander Randy Angianto merupakan lulusan termuda dari 1.516 lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM) yang diwisuda hari ini, Rabu (19/5/2010). Alex, panggilan akrabnya, mampu menyelesaikan studi di Fakultas Kedokteran dalam usia 19 tahun, 3 bulan, 19 hari.

Pria asal kota Balikpapan, Kaltim, ini bukanlah peraih IPK cum laude 4 atau lulus tercepat. Saat di wisuda bersama 1.301 Sarjana serta 215 Ahli Madya untuk Periode III Tahun Akademik 2009/2010 dia, merupakan lulusan termuda. Selama 3,5 tahun ia merampungkan kuliahnya dengan IPK 3,56.

Alex yang memiliki tinggi badan 184 cm, saat ini telah menyandang gelar sarjana kedokteran (S.Ked). Saat diwisuda dia tengah mengikuti pendidikan koasistensi di RS Dr Sardjito Yogyakarta.

Dia adalah anak pertama dari dua bersaudara pasangan Erwin Angianto (50) dan Anastasia Yulianti (46), bercerita jika dahulunya dia sudah masuk SD saat umur 5 tahun. Dia menamatkan SD Yayasan Bina Bhakti Siswa (YBBS) di kota Balikpapan selama enam tahun. Yang sedikit berbeda, justru di bangku SMP dan SMA, dirinya ikut program akselerasi sehingga bisa lulus satu tahun lebih cepat dari biasanya.

Alex mengaku sejak kecil tidak ada perlakukan khusus dari orang tua padanya. Bahkan dirinya termasuk orang yang tidak begitu memaksakan dirinya untuk belajar. Dia lebih suka menghabiskan kesempatan bermain dengan anak seusianya. Bahkan saat bergaul dengan teman-temannya yang lebih tua dari usianya, Alex sering berkata ceplas-ceplos seenaknya seperti anak SMA lainnya. Namun teman-teman kuliahnya menganggap biasa saja.

Selama belajar di UGM, dia tidak suka mengasingkan diri untuk bisa belajar. Tapi lebih suka belajar saat mendengarkan pada dosen saat mengajar di depan kelas. Semua yang dikemukakan dosen dicatat dan dipelajari dengan baik

“Saya lebih fokus saat jam-jam pelajaran. Saya juga akan lebih mudah menerima pelajaran saat saya banyak mendengarkan. Selama belajar juga tidak banyak kendala di sini,” kata pria kelahiran 30 Januari 1991 ini.

Setelah lulus dari SMAN 1 Balikpapan tahun 2006, dia masuk FK UGM lewat jalur Penelusuran Bakat Skolastik (PBS) UM UGM. Ketertarikannya untuk memilih pendidikan dokter muncul dari dirinya sendiri. Kendati begitu, sejak kecil ibunya yang kebetulan juga berprofesi sebagai seorang dokter juga menyarankan dirinya kelak menjadi dokter.

“Sejak kecil sudah diminta jadi dokter. Saat SMA ya jadi pingin jadi sendiri jadi dokter,” kata Alex yang bercita-cita ingin jadi dokter spesialis bedah ini.

Selama kuliah, Alex tidak hanya sibuk dengan urusan kuliah semata. Dia aktif di organisasi Asosiasi Mahasiswa Kedokteran Asia (Asia Medical Student). Di organisasi ini dia sempat menjabat sebagai Direktur AMCEP (Asia Medical Student Exchange Program). Sebagai direktur, dia sempat mewakili mahasiswa FK UGM untuk megikuti pertemuan di Jepang dan Korea di tahun 2007 dan 2008. Sumber: Detik.com

Iklan

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: