Sekolah Disegel, 145 Siswa Belajar di Lapangan





Tuban – Semua Siswa SD Negeri Bektiharjo II di Desa Bektiharjo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban terpaksa belajar di lapangan. Hal itu dikarenakan sekolah yang mereka buat belajar selama ini disegel.

Pemilik lahan, Suryanto (38) warga setempat bersama keluarganya, melakukan penyegelan karena tanah yang dianggap miliknya itu tidak segera diganti rugi oleh pihak sekolahan.

Data yang dihimpun beritajatim.com, Selasa (1/6/2010) menyebutkan, jika karena cukup lama menunggu itu, akhirnya Suryanto dan keluarga menyegel gerbang utama sekolah dan sejumlah ruang belajar.

“Lahan saya luasnya 1.052 m2 yang digunakan untuk membangun sekolah ini sejak tahun 1976. Sedangkan selebihnya adalah lahan milik Perhutani,”kata Suryanto kepada wartawan.

Dijelaskan, masalah tersebut sudah beberapa kali disampaikan ke pihak sekolah. Bahkan sempat ada perundingan sampai ke Dinas Pendidikan Daerah (Disidikda) dan ke Pemkab Tuban.

Namun, sampai sekarang ini tidak kunjung ada penyelesaian. “Ini hak saya. Karena tanah ini adalah warisan dari almarhum ayah saya yang bernama Lasio,” tambahnya.

Menurutnya, jika dijual dengan harga Rp 60 juta, tanah tersebut banyak yang berminat. Tapi, karena digunakan sekolahan ia hanya menuntut dikasih ganti rugi Rp 40 juta saja.

“Sayangnya, ia sudah tidak sabar lagi menunggu penyelesaian yang tak kunjung ada titik temunya tersebut,” tegasnya.

Dengan kondisi seperti itu, seratusan lebih murid dan para guru yang datang ke sekolahan terpaksa melewati pintu belakang atau pintu samping. Karena, gerbang sudah tersegel dengan kayu, serta bertuliskan “Maaf, Disegel Pemilik Tanah”.

Namun, disegelnya sekolahan tidak membuat harus libur total. Sehingga, kegiatan di sekolahan yang seharusnya dilakukan di ruang kelas 1 hingga kelas 4, harus dilakukan di lapangan.

Sementara itu ruang kelas 5, 6 dan kantor masih bisa digunakan. Sehingga, untuk kelas bawah harus rela menggunakan lapangan dan emperan sekolah untuk digunakan sebagai tempat belajar.

Salah seorang guru SDN Baktiharjo II, Aldi menjelaskan, jika pohon dan di emperan gedung sekolahan memang terpaksa dilakukan untuk kegiatan belajar mengajar.

“Bagaimana lagi kalau kelasnya disegel. Sehingga, kami terpaksa melakukan kegiatan di luar lapangan,” sambungnya.

Seperti diketahui, siswa SDN Bektiharjo II secara keseluruhan ada 245 orang siswa. Namun, untuk kelas 1 hingga kelas 4 terhitung ada 145 siswa. Sehingga, 145 orang siswa inilah yang terlantar hingga terpaksa belajar di lapangan.

“Kami berharap akan segera ada penengah dan pemecahan permasalahan,” tegas Kepala Sekolah Bambang Mardiyanto.(sumber : di sini)

Iklan

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: