Dinding, Cat, dan Kreativitas Anak

Putra-putri Anda sedang “hobi” mencorat-coret dinding rumah? Jangan dicap nakal, apalagi sampai dihentikan “kreativitasnya”. Sebab, Andalah yang justru harus lebih kreatif lagi mengimbangi kreativitas mereka itu.

Tapi, saya tidak bisa mengatakan jangan, karena kalau begitu matilah kreativitas mereka.
— Shanaz Haque

foto : isaontheblog.wordpress.com

Setidaknya, itulah pesan dan pengalaman yang ingin disampaikan oleh artis cantik Shanaz Haque. Bagi selebriti yang satu ini, rumah adalah tempat paling menyenangkan bagi anak dalam menumbuhkan kreativitasnya. Karena dibandingkan di tempat lain seperti di sekolah atau rumah kerabat, anak lebih mendapatkan kebebasan untuk menorehkan imajinasinya dengan kreatif dan spontan.

“Rumah adalah tempat pulang yang menyenangkan bagi anak-anak,” ujar Shanaz di acara talk show “Living in Beautiful and Healthier Homes” dalam rangka peluncuran produk Nippon Spot-less, Sabtu (12/6/2010) lalu.

Istri penabuh drum, Gilang Ramadhan, ini mengatakan, anak-anaknya saat ini sedang berkembang dengan kreasinya masing-masing. Mereka umumnya senang menggambar di tembok.

“Tapi saya tidak bisa mengatakan jangan, karena kalau begitu matilah kreativitas mereka,” kata Shanaz.

Tentu saja, kata Shanaz, cara itu membuat rumahnya cepat berubah menjadi kotor, terutama pada bagian dinding. Akhirnya, ia mencari cara lain untuk tetap bisa membuat anak-anaknya bebas berkreasi tanpa menimbulkan “masalah”. Ia mengubah cat dinding rumahnya.

“Sepele, tapi ternyata pengaruhnya besar juga, tetapi itu tergantung bagaimana pintar-pintarnya kita. Jangan hanya pilih produk berkualitas tinggi, tapi harus yang bersahabat dengan kesehatan anak, serta punya formula anti-noda yang sangat tinggi. Ini supaya nantinya anak-anak betah menggambar, sebab kalau dindingnya bau, mereka tidak akan suka,” ujarnya sembari tersenyum.

Shanaz mengatakan, tak ubahnya membeli peralatan sekolah atau kebutuhan-kebutuhan lain untuk buah hatinya, persoalan seperti dinding kotor lantaran ulah anak tidak bisa disepelekan. Ia pun mencari cat yang tahan noda cair dan mudah dibersihkan. Hal ini agar dinding tetap bebas dan bersih dari noda dan tidak menempel.

“Kalau rumahnya indah, keluarganya pasti lebih senang bercanda, berkumpul di ruang keluarga, dan menceritakan apa pun dalam suasana yang menyenangkan. Anak-anak bisa berkreasi dengan aman, nyaman, bahkan semakin membuat mereka energik,” ujarnya.

Shanaz berpesan, sudah seharusnya orangtua mengerti tumbuh kembang anak-anaknya sehingga bisa lebih cermat melihat persoalan yang muncul akibat tumbuh kembang itu. Maka yang terjadi, ketika muncul masalah, si orangtua hanya akan mencari solusi baru, bukan mengganti atau mematikan kreativitas si anak dengan cara lain yang belum tentu disukainya. (sumber di sini)

Iklan

2 Komentar (+add yours?)

  1. siroel
    Jul 01, 2010 @ 22:14:47

    katanya klo anak nakal ngga boleh dimarahi, tp hrs difasilitasi, soalnya kenakalan anak itu adalah kratifitas…

  2. Return to My Blogg
    Jul 01, 2010 @ 11:21:55

    wah, itu namanya memang kreatif! kalo menggambar di dinding, mungkin bisa aja dia buat mural-mural yang bagus, yang bisa ditampilkan didinding kosong pinggir jalan.

%d blogger menyukai ini: