Pasukan "Sapu Bersih" Kelas

SEMUA sudah dicek, itu tandanya siap menerima pelajaran! Pasti senang kan melihat kelas dalam keadaan bersih dan wangi sebelum mulai pelajaran? Mata yang masih setengah ngantuk bisa langsung cling. Semangat pun langsung muncul.

Kelas jadi rumah kedua ketika kita sedang menuntut ilmu di sekolah. Jadi, wajib hukumnya menjaga kebersihan dan kenyamanannya. Lantai bersih dan alat tulis kelas yang lengkap nggak serta-merta ada. Butuh tim khusus yang bertanggung jawab menjaga kebersihan kelas. Yang bertanggung jawab siapa lagi kalau bukan tim piket kelas.

Seperti kata 81 persen responDet yang punya jadwal piket kelas ini. Biasanya, tugas utama tim piket adalah menjaga kebersihan dan keamanan kelas (72,5 persen) juga menyiapkan kebutuhan kelas pada hari itu (19,8 persen).

Sayangnya, meski sudah sadar banget akan pentingnya jadwal piket, sebanyak 81,3 persen responDet mengaku pernah melanggar jadwal piket kelas yang sudah dibuat. Lho kok?

Coba simak penuturan Hanif Widyantoko di SMPN 4. Sejak awal masuk kelas IX, sudah terbentuk jadwal piket hasil kesepakatan satu kelas. Tugas utama regu piket tiap hari adalah menjaga kebersihan kelas dan sekitarnya. “Nyapu, bersihin jendela, menghapus papan, sama bersihin taman depan kelas. Yang dapat tugas piket hari itu harus datang lebih pagi,” jelas Hanif.

Dengan adanya jadwal piket, otomatis piket kelas jadi kewajiban bagi tiap murid. Sayang, ternyata meski sudah ada jadwal yang pasti, ada aja yang melanggar. Pura-pura lupa sama kewajibannya.

“Itu sudah biasa. Terutama, para cowok yang memang malas dengan kegiatan bersih-bersih. Aku termasuk salah satunya, he he,” tutur Hanif.

Benedicta Erantika dari SMA Karitas 3 juga mau bagi-bagi cerita. Sama dengan Hanif, sekolah Nene -sapaan Benedicta Erantika- mewajibkan adanya pembagian piket kelas tiap hari. “Tiap hari, kira-kira ada tiga orang yang bertugas bersih-bersih. Biasanya sih standar aja, nyapu, benerin letak meja, sama ganti taplak meja guru,” tukas pelajar kelas XI tersebut.

Tapi, kenyataannya, jadwal yang selama ini dibuat sering nggak jalan. Paling-paling tiap harinya ada satu orang yang rajin datang pagi lalu bersih-bersih. Padahal, ketika ditanya perlu nggaknya jadwal piket kelas, Nene menjawab dengan lantang kalau jadwal piket memang diperlukan tiap kelas. “Perlu banget supaya kelas bisa tetep bersih. Kelas bersih kan bikin semangat belajar meningkat,” ujarnya. (jawa post)

Iklan

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: