Anak Berpuasa, Anjurkan Tidur 9-10 Jam Per Hari

Di dalam agama Islam tidak mewajibkan anak-anak yang belum balig untuk melaksanakan puasa di bulan Ramadhan, namun tidak jarang para orang tua atau para guru di sekolah yang mengarahkan dan mendidik anak-anak atau siswanya untuk berpuasa. Karenanya, para orang tua harus menjaga kesehatan dan aktivitas anak-anaknya yang berpuasa.

bostom

Menurut salah satu dokter spesialis anak yang setiap harinya praktek di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang, dr Hariyudi Aji Cahyono, tidak menjadi masalah anak di arahkan untuk dilatih berpuasa sejak dini. ”Namun, para orang tua harus menjaga kesehatan anak-anaknya,” katanya, Jumat (20/8/2010).

Mengapa para orang tua harus menjaga kesehatan anak-anak saat berpuasa? Kata dr Hariyudi, karena sebelum anak masuk pada usia agil balig, atau masa pubertas, secara aspek medis, masih menjalani masa masa perkembangan psikologis seperti perkembangan emosional,
moral, dan perilaku lainnya.

”Selain itu, juga masih mengalami masa perkembangan fungsi fisiologis tubuh, metabolisme, kemampuan fungsi organ dan sistem tubuh. Pada masa itu, biasanya anak mulai tumbuh kecerdasannya, mulai banyak bertanya, melihat dan rasa kritisnya mulai tumbuh, dan mulai berinisiatif dan bertanggungjawab, ” katanya.

Lebih lanjut dr Hariyudi menegaskan, mengingat fungsi psikologisnya anak berbeda dengan dewasa, para orang tua harus mencermati pengaruh puasa terhadap anaknya. ”Pengaruh negatif yang harus diwaspadai adalah berkurangnya jam tidur anak,” jelasnya.

Saat bulan Ramadhan, biasanya kara dr Hariyudi, jadwal aktifitas berbeda dengan hari biasanya. Ada salat tarawih, makan sahur, atau kegiatan pesantren kilat dan aktifitas keagaman lainnya. ”Apabila jam tidur berkurang atau berbeda dengan sebelumnya, makan akan mempengaruhi keseimbangan fisiologis tubuh yang sebelumya sudah terbentuk,” katanya.
Akibat anak kurang tidur kata dr Hariyudi, anak akan mengalami gangguan kesimbangan fisiologis tubuh dan fungsi kekebalan tubuh akan menurun. Akibatnya, anak akan mudah sakit. ”Solusinya, orang tua harus ikut serta memantau aktifitas anak, termasuk jam tidur anak. Idealnya, pada usia pra agil balig, kebutuhan tidur anak secara normal 9 sampai 10 jam per harinya, ” katanya.

Dengan rincian beber dr Hariyudi, malam hari anak harus tidur sebanyak 8 jam. Untuk siang hari anak harus tidur sebanyak 1 sampai 2 jam. ”Dengan ini, orang tua hendaknya harus memodifikasi jadwal tidur anak dengan baik,” sarannya.

Selanjutnya, kata dr Hariyudi, yang harus diawasi adalah asupan gizi yang mencukupi. Karena kalau anak berpuasa, akan mengalami kekurangan asupan kalori, vitamin, dan meniral yang diterima anak. Karenanya, harus tidak berkurang pemberian suplemen vitamin yang cukup.
Parameter yang paling mudah untuk melihat asupan kalori yang cukup adalah dengan memantau berat badan anak. ”Bila berat badan anak tetap atau meningkat, puasa bisa dilanjutkan. ”Tetapi kalau berat badan anak menurun drastis, dalam jangka pendek, sebaiknya puasa dihentikan, demi keselamatan anak dan mesa depan akan,” tegasnya. [sumber]

Iklan

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: