Bila Sang Bocah Harus Selalu Menjauhi Teman-temannya

Sudah seminggu lebaran telah berlalu…tak terhitung lagi keceriaan yang menghinggapi diri dan keluargaku. Setiap hari banyak sanak famili dari penjuru Lumajang dan kota sekitarnya datang berkunjung ke rumahku … dan baru dua hari ini saya dan keluarga bisa berkunjung balik…. ke rumah saudara saya dan papanya anak-anak…

Banyak saudara-saudara terutama orang tua yang bilang ” anakmu masih berumur berapa hari (belum selapan= bahasa jawa) jangan diajak pergi kemana-mana,nanti ada apa-apa gimana kamu” namun hasrat untuk bersua dan bertemu handai taulan tak dapat terbendung makanya semua keluarga diajak tak terkecuali si kecil putri keduaku…. dan Alhamdulillah 2 hari kuajak naik mobil keliling Lumajang, Probolinggo, dan Jember yang rute perjalanannya sangat jauh tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan… mungkin hanya mitos aja ya…
Hal ini berbeda yang dialami saudara kecil kita Bea Todd yang harus selalu menjauhi orang lain juga teman-teman mainnya. Hal ini disebabkan sistem tubuhnya yang amat lemah membuatnya tak boleh sembarangan bertemu orang. Berikut ini keterangan yang saya peroleh dari detik.com
Masa kanak-kanak adalah saatnya untuk bermain dan berkumpul bersama teman-teman. Tapi bocah berusia 3 tahun harus selalu bermain sendiri agar teman-temannya tidak menularkan penyakit seringan apapun yang tidak bisa dilawannya.

Bea Todd dilahirkan dengan memiliki sistem kekebalan tubuh yang sangat lemah, hal ini mengharuskannya untuk jauh-jauh dari anak-anak lain seusianya. Ia tidak bisa bermain atau berkumpul di pesta ulangtahun temannya dan tidak bisa memiliki saudara kandung. Karena tubuhnya sangat lemah, ia bahkan tidak akan mampu melawan penyakit flu biasa.

“Agar semangat bermainnya tidak hilang dan ia bisa tetap menikmati masa kecilnya, kini ia memiliki taman bermain sendiri. Sekarang ia bisa keluar dan bermain kapan saja,” ujar Anna Todd (33 tahun) sang bunda, seperti dikutip dari Dailymail, Sabtu (4/9/2010).

Anna menuturkan sebelum Bea memiliki taman sendiri terkadang ia harus melihat pemandangan ‘memilukan’ ketika melihat putrinya hanya bisa menonton anak-anak lain yang bermain di taman tanpa bisa ikut bergabung. Ia hanya bisa bermain di taman jika tidak ada anak-anak lain yang bermain, tapi jika ada anak-anak maka ia tidak bisa bermain dan
terpaksa harus pulang kembali ke rumah.

“Sistem kekebalan tubuhnya sangat rapuh dan rendah, sehingga ia lebih mudah dan cepat terkena penyakit yang ringan sekalipun. Sementara itu tubuhnya tidak memiliki kekuatan untuk melawan penyakit yang ada,” ujarnya.

Lebih lanjut Anna menuturkan karena itulah ia tidak bisa bermain dengan anak-anak lain, karena terkadang seseorang tidak bisa mengetahui apakah anak tersebut memiliki penyakit seperti batuk, virus, infeksi bakteri atau cacar air yang bisa mengancam jiwanya.
Bea didiagnosis memiliki juvenile arthritis dan HRH hemophagocytic, hal ini diketahui setelah ia menderita ruam saat berusia 5 bulan. Ia harus menjalani perawatan di ruang intensif selama beberapa hari dan berada 6 bulan di rumah sakit. Bea berhasil melakukan transplantasi sumsum tulang di London’s Great Ormond Street Hospital ketika berusia 2 tahun. Setelahnya ia harus menjalani kemoterapi dan menghabiskan waktu selama 4 bulan di bangsal isolasi.

Hingga akhirnya pada Februari 2010 ia diperbolehkan pulang dari rumah sakit, namun terdapat tabung di hidungnya yang berfungsi sebagai tempat pemberian obat dan juga transfusi trombosit setiap dua hari. Selain itu ia harus mendapatkan perlakuan yang intensif untuk mempertahankan dirinya dan keluarga juga harus tetap menjaga rumahnya agar selalu bersih.

Orangtuanya harus membersihkan rumah secara keseluruhan setiap dua hari sekali dan menggunakan alat penghisap debu setiap pagi untuk menghilangkan debu dan kuman. Sedangkan anak-anak kerabatnya baru diizinkan untuk bermain atau memasuki rumah jika sudah melakukan pemeriksaan terhadap masalah kesehatan dan penyakit.(detik.com)
makanya mumpung “Naila”ku masih sehat kan tak ada salahnya kuajak tuk bersilaturrahmi di hari yang fitri ini

10 Komentar (+add yours?)

  1. Ryanda Argantara
    Sep 29, 2010 @ 19:44:13

    post nya bagus juga
    betul, kita harus mensyukuri apa yang kita miliki

  2. watch gossip girl
    Sep 26, 2010 @ 20:31:58

    Greetings, this is a genuinely absorbing web blog and I have cherished studying many of the content and posts contained on the web site, keep up the outstanding work and desire to read a good deal more stimulating articles in the future.

  3. bali culture
    Sep 19, 2010 @ 08:59:55

    sungguh memilukan T_T

  4. Joni-Joni-Joni
    Sep 18, 2010 @ 23:48:50

    semoga si bea bisa sembuh…:) hmm bersyukur karna dikasih kesehatan..:)

  5. mystory
    Sep 18, 2010 @ 10:02:55

    kisah yang memilukan…kasihan ya si kecil Todd!! Ya Allah terima kasih atas nikmat kesehatan yang telah Engkau karuniakan kepadaku…..

  6. kangs
    Sep 17, 2010 @ 15:02:12

    semoga orang tua lebih peduli terhadap anaknya

  7. kangmartho.com
    Sep 16, 2010 @ 21:13:01

    @CahNdeso: moga-moga aja adiknya g rewel … harus pintar2 bagi waktu..selagi ada kemauan pasti ada jalan

  8. kangmartho.com
    Sep 16, 2010 @ 21:11:00

    @chandra: tanpa teman yang mendampingi apalah arti hidup ini

  9. CahNdeso
    Sep 16, 2010 @ 18:41:09

    Alhamdulillah… Mama dah mulai posting… tapi jangan biarkan si-mungil merengek-rengek minta mimik, iya Maaaaa…..

  10. Muhammad Chandra
    Sep 16, 2010 @ 17:41:07

    waah kasihan sekali tuh

%d blogger menyukai ini: