Bingung Mikirin Lebaran, Seorang Guru Bunuh Diri dan Tewas

Bila datang waktu lebaran semua kebutuhan pokok pastilah harganya naik semua, seakan-akan sisa uang gajian yang ditabung selama setahun takkan cukup untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Hal ini tidak hanya terjadi di kotaku Lumajang tercinta saja, disemua daerah pastilah mengalami hal tersebut. Ini bila tidak disikapi dengan hati yang sabar akan menimbulkan stress seperti yang saya temukan di beritajatim.com/bar dimana seorang ibu rumah tangga bernama sudarti (44th) seorang Guru di SDN Kecamatan Kedewan kabupaten Bojonegoro stress memikirkan kondisi ekonomi rumah tangganya sampai-sampai ia memilih mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di kamarnya, Minggu (5/9). nauzhubillahi mindalik…..

Kejadian itu pertama kali diketahui oleh Sumarlan, suaminya sendiri. Saat hendak makan sahur, biasanya Sudarti telah menyiapkan makan dan sahur bersama di rumah mereka Desa/Kecamatan Kedewan.
Tapi, setelah ditunggu sampai jam 03.00 WIB, korban masih berada di kamar.
Sumarlan yang curiga langsung mencoba membuka pintu dari luar. Lantaran pintu
dikunci dari luar, Sumarlan mendobrak.
Sumarlan lantaran melihat istrinya tergantung kaku di blandar rumahnya. Korban
gantung diri menggunakan selendang warna kuning. Sementara di bawahnya kursi
terguling.
Saksi langsung teriak minta tolong, dan warga sekitar langsung berdatangan. Khawatir
terjadi apa-apa, warga langsung melaporkan kejadian itu ke polsek setempat.
“Hasilnya ia memang bunuh diri,” kata Kapolsek Kedewan Iptu Syamsuri.
Menurut pengakuan saksi-saksi, korban terlihat murung. Kemungkinan ia memikirkan
kebutuhan ekonomi yang terus melambung menjelang Lebaran.
Apalagi, ia memiliki 3 orang anak dan dua anak asuh. Meski suaminya ternyata juga
seorang perangkat desa setempat.
“Mungkin karena persoalan ekonomi. Karena korban juga punya orang tua yang sakit
menahun dan perlu obat,” tambah kapolsek. []

Iklan

10 Komentar (+add yours?)

  1. maskevet
    Okt 11, 2010 @ 15:59:28

    wah miris juga baca artikelnya…

    Watch Smallville online for free

  2. kangmartho.com
    Sep 16, 2010 @ 23:18:44

    pemerintah tidak kurang2 dalam mengangkat kesejahteraan guru mis; lewata sertifikasi, tunjangan fungsional, gaji naik tiap tahun,dll… (saya tahu karena suamiku guru he..he..) jadi tinggal bagaimana cara kita memanage keuangan keluarga agar tidak besar pasak daripada tiang

  3. Joni-Joni-Joni
    Sep 16, 2010 @ 21:01:56

    bgung mo komen apa…:(

    miris skali memacanya,,,tapi kejadian seperti ini sering terjadi di berbagai tempat….. mungkin klo terjadinya serentak baru akan membuka mata pengambil kebijakan …:)

  4. bali exotic island
    Sep 14, 2010 @ 21:17:53

    sangat ironis, seharusnya pemerintah juga memperhatikan nasib para pejuang tanpa tanda jasa, yang telah mencerdaskan generasi penerus bangsa

  5. Muhammad Chandra
    Sep 14, 2010 @ 18:48:43

    semoga hal seperti itu tidak terjadi lagi…

  6. Anonymous
    Sep 14, 2010 @ 11:56:15

    visit me :
    [URL=”http://billget.altervista.org/webchat/”]http://www.facebook.com[/URL]

  7. oghex
    Sep 13, 2010 @ 20:53:45

    takdir kita yg menentukan..berbahagialah orang yg mampu melewati segala ujian yg diberikan oleh Alloh..semoga kita termasuk hambaNya yg mampu melewati segala ujian dari-Nya..amin

  8. CahNdeso
    Sep 12, 2010 @ 16:59:43

    Masyaallah… innalillahi wainnailaihi rojiuun. Sependapat sama Jenk Dhana, dan mari sama berdoa semoga Allah SWT tetap mengasihi kita yang masih hidup ini, dan memberi ijin pada kita untuk menemui khusnul khotimah. Amin.

  9. Dhana/???
    Sep 12, 2010 @ 12:36:07

    salam sahabatmasyaallah hanya karena hal sepel sampai sugitu oarahnya?semoga kita tetep di beri kekuatan dalanm segala keadaan yach

  10. Dhana/戴安娜
    Sep 12, 2010 @ 12:36:07

    salam sahabat
    masyaallah hanya karena hal sepel sampai sugitu oarahnya?semoga kita tetep di beri kekuatan dalanm segala keadaan yach

%d blogger menyukai ini: