Tes Keperawanan Siswa Melanggar HAM?

https://kangmartho.files.wordpress.com/2010/10/kl1gpymgov.jpg?w=300

Wacana tes keperawanan bagi calon siswa SMA di Provinsi Jambi menuai kontroversi. Secara tegas Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) menolak wacana tersebut.

“Saya kira itu melanggar HAM karena persoalan keperawanan itu privasi setiap orang. Kami secara tegas menolak wacana tersebut,” ujar Ketua Komnas PA Aries Merdeka Sirait saat dikonfirmasi melalui telepon genggamnya, Jumat (24/9/2010).

Aries mempertanyakan tolak ukur membedakan dan bukti bagi siswa yang masih perawan dan tidak perawan. “Apalagi kalau laki-laki, bagaimana cara mengetahuinya. Wacana ini sama sekali tak ada kerjaan dan berlebihan,” tandasnya.

Daripada memeriksa keperawanan yang dinilai sangat privasi, kata Aries, lebih baik, lembaga pendidikan lebih memikirkan apakah anak tersebut memiliki ketergantungan narkoba atau tidak. Sebab, persoalan narkoba berdampak kepada masyarakat, tetapi soal keperawanan
lebih bersifat pribadi.
“Seandainya siswa yang diperiksa keperawanannya tersebut mengaku, lalu apa untungnya. Pokonya kami menolak wacana ini,” tegasnya.

Sebagaimana diketahui, Wacana kontroversial tentang pendidikan muncul di Provinsi Jambi. Untuk dapat melanjutkan pindidikan ke tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA), calon siswa harus masih perawan dan perjaka.

Gagasan ini pertama kali muncul dari Anggota Komisi IV DPRD Jambi, Bambang Bayu Suseno. Menurutnya, ide tersebut digulirkan, karena angka pergaulan bebas di kota besar termasuk Jambi, terus meningkat.

“Saya sadar wacana ini menimbulkan kontroversi. Tapi wacana ini saya usulkan untuk syok terapi generasi muda. Jujur, saya prihatin dengan pergaulan remaja saat ini,” tegas Bambang saat diwawancara okezone.
| okezone |

Iklan

7 Komentar (+add yours?)

  1. yulikartini
    Okt 18, 2010 @ 14:37:14

    sungguh tidak berprikemanusiaan ?????????

    😦
    tapi bagus juga , because supaya kita tahu dya masih perawan pa gk ya ????

  2. Tips Blog
    Okt 11, 2010 @ 08:37:10

    Wah makin kreatif ya orang-orang bikin hukum ahaha, netral aja saya mah.

  3. BRI Jakarta Veteran
    Okt 10, 2010 @ 18:27:07

    sunggu sangat disayangkan bahwa wacana seperti ini terlontar dari seorang anggota Dewan ….!, masalah keperawanan bersifat sangat privacy bahkan tidak perawannya seseorang semata tidak hanya karena “pergaulan bebas” bisa juga disebabkan faktor2 lain.

  4. Erdien | Sundagasik
    Okt 08, 2010 @ 16:27:23

    Paling-paling juga anggota legislatif itu pengen nyoba memerawani lagi tuh 🙂

  5. bawor wolu 7
    Okt 08, 2010 @ 15:34:12

    trimakasih dah berkunjung bu guru 🙂

    tentang tes keperawanan ? no comment 🙂

    Blog Berita Indonesia

  6. CahNdeso
    Okt 08, 2010 @ 07:50:49

    Sebaiknya para legeslator itu mengaca dan mematut diri dahulu sebelum mencetuska idea! Bambang Bayu Suseno, sungguh-sungguh kurang kerjaan dan tidak mengerti nilai “keperawanan”. Salah satu rahasia privacy seseorang yang paling azazi adalah “keperawanan”. Ini contoh aleg yang sok moralis, tapi lupa bahwa di egeri ini masih banyak rakyat yang belum sejahtera ekonominya!
    by the way, nampaknya Mama-ku sudah kembali! I always siap berbagi “senyum” dan kebahagiaan untuk Mama dan keluarga; saya juga merasa jadi bagian keluarga Mama sejak kenal Mama!

  7. Ibrahim
    Okt 08, 2010 @ 07:46:46

    Sungguh diskriminatif dan tidak puya moral tuh yang mau “ngetest” keperawanan! Kerjaan yang tidak layak dikerjakan!

%d blogger menyukai ini: