Ulangan Harian Selalu dapat 100, Mengkhawatirkan….!!!

Dalam seminggu ini saya dikejutkan dengan hasil prestasi belajar keponakanku yang cukup segnifikan yakni sekitar 15 ulangan harian dari 5 mata pelajaran mendapat nilai sempurna 100, hal ini tentunya membuat bangga saya sebagai tantenya, dan juga menimbulkan pertanyaan baru di benak saya… kok bisa dia dapat segitu, padahal dalam sehari-hari pekerjaan tugasnya tidak pernah luput dari salah. Apakah dia nyontek temannya.. atau melihat jawaban di buku. Saya terus berpikir sampai papanya anak-anak mengetahui duduk permasalahannya dari beberapa fakta yang beliau temukan.

Ulangan harian yang Sama
Beberapa minggu ini papanya anak-anak (=Cak Martho) memang sengaja memberikan beberapa soal beserta kunci jawaban untuk dipelajari keponakannya di rumah, beliau mengambil soal dari beberapa buku BSE hasil dari downlodan lalu di edit sedemikian rupa menjadi suatu bank soal. Berhubung printer di rumah rusak dengan terpaksa Cak Martho mengeprinkan ke sebuah rental computer. Kebetulan pada saat itu di rentalan sangat ramai orang yang ngrental, maka hasil print2nan tidak dapat ditunggu dan bisa diambil besoknya. Di rental inilah file bank soal Cak Martho yang di copykan dari flashdisk ke computer rentalan menyebar bak virus menyerang computer. Hingga mungkin file bank soal tersebut sampai ke tangan salah satu guru keponakan saya dan di buat suatu lembar ulangan harian. Hal ini dibuktikan dengan file di computer/hasil print yang dibuat belajar dengan 15 dokumen ulangan keponakan saya sama persis ,hanya ada penambahan kop nama sekolah saja.

Dari kasus ini tidak ada niatan dalam diri saya pribadi untuk menghakimi “para pelanggar hak cipta “ tersebut. Dan Cak Martho juga merelakan apabila bank soal itu di buat referensi dalam sebuah ulangan. Akan tetapi ini menjadi suatu phobia tersediri bagi saya. Saya takut keponakan saya menjadi Euphoria dengan nilai sempurna tersebut dan akan menimbulkan penyakit baru yaitu selalu menggantungkan soal dari tante atau omnya tanpa mau belajar pelajaran lainnya dengan sungguh-sungguh.

Iklan

11 Komentar (+add yours?)

  1. brijakartaveteran
    Okt 23, 2010 @ 09:34:50

    curiga boleh2 saja … namun perlu juga memberikan apresiasi kepada si-anak sekalian melihat sejauh mana penguasaan materi si-anak. Salam

  2. kangmartho.com
    Okt 20, 2010 @ 19:26:38

    @untuk semua yang berkoment di atas terima kasih atas perhatiannya…terus terang
    saya SANGAT SENANG DAN BANGGA dengan hasil belajar keponakan saya akan
    tetapi itu semua dicapai karena SOALNYAygSAMA dengan bikinanPAPAnya anak2
    makanya jawabannya benar semua,,,, padahal prestasi hariannya biasa-biasa
    saja….jadi bingung kan… Coba deh baca lagi artikel di atas apa yang jadi
    penyebabnya

  3. Lina Gustina
    Okt 20, 2010 @ 11:08:12

    Jadi soalnya sama persis ya…
    Yang sudah terjadi tidak bisa ditarik lagi, coba lihat hasil ulangan2 berikutnya…

    http://www.womenandperspectives.com

  4. Deafile
    Okt 20, 2010 @ 08:16:06

    Tindakan yg tepat untuk mencurigai hal yg tidak biasa. karena apalah arti nilai 100 jika ilmu pelajarannya belum dikuasai..
    >>Salam kenal dari Blogger Ciamis<<

  5. Popi
    Okt 20, 2010 @ 07:48:38

    tu' anak pasti serba salah ya?dapat seratus, dicurigai! dapat lima puluh, dimarahi! hehe…. salam kenal

  6. Kisah Abu Nawas
    Okt 20, 2010 @ 06:36:57

    ya harusnya senang to bu dapat seratus terus

  7. DenBaGas
    Okt 19, 2010 @ 23:54:01

    Salam
    Selamat yach mama Iin keponakannya dapet nilai sempurna. Mudah2 termotivasi dan terpacu lagi dalam proses belajarnya, bahwa hasil sendiri itu lebih baik sekalipun hasilnya kurang dan kadang mengecewakan, salah dan gagal itu wajar menurut saya…

    Salam kawan

  8. kangmartho.com
    Okt 19, 2010 @ 05:15:22

    @Pakies SMmaturnuwun mas.. Insya Allah Lumajang adem ayem..
    yap betul jangan sampai kita teledor dalam hal ini

  9. Djangan Pakies
    Okt 18, 2010 @ 20:57:54

    @sugeng dalu Bu, mugi Lumajang aman-aman (maklum semua keluarga di Penaggal)

    sungguh serba salah kita sebagai orang tua menginginkan anak menjadi jauh lebih baik dengan disertai prestasi akademik maupun prestasi perilaku keshalehan. Sayangnya, kita tidak bisa terus menerus memonitor apa yang telah dilakukan untuk meraih prestasi itu.
    Nais posting bu, bisa menjadi pegangan kita untuk mendidik anak lebih baik. Insya Allah

  10. kangmartho.com
    Okt 18, 2010 @ 20:25:45

    @anak nelayanbener mas… bangga sih ada tapi banyak khawatirnya

  11. anak nelayan
    Okt 18, 2010 @ 20:18:36

    selalu dapat 100..perlu dicurigai beneran tuh

%d blogger menyukai ini: