Perjuangan Murid Tuk Datang ke Sekolah

Besok hari Senin tanggal 11 Juli 2011 adalah hari pertama masuk sekolah, ku jadi teringat siswa-siswiku di pegunungan yang harus memulai lagi berjuang menuntut ilmu, mereka sebagian besar harus berjalan kaki  kira-kira  2-4 kilometer tuk menuju ke sekolah, terkadang dikarnakan sangatlah jauhnya,sepatu mereka tidak dipakai karena takut lecet kakinya.
Namun kondisi ini tidak hanya terjadi di lingkungan sekolahan saya saja, di daerah lainpun terkadang kondisi dan perjuangan anak-anak menuju ke sekolah melahan lebih berat lagi bila dibandingkan dengan murid-muridku, diantaranya yang saya ketahui dari berbagai blog sobat yakni sebagai berikut :

1. Perjuangan anak-anak sekolah di Desa Cicaringin
Para siswa kelas enam SD Negeri Cicaringin 3 ini bukan sedang melakukan kegiatan outbond. Ketiadaan jembatan memaksa mereka meniti kawat baja menyeberangi Sungai Ciliman saat akan mengikuti ujian nasional di Desa Cicaringin, Banten. Mereka dengan semangat dan berhati-hati berjuang untuk menuju ke sekolah padahal terpeleset sedikit saja pasti akan tenggelam.


2. Perjuangan anak-anak Maulumbi, Kec. Kanbera, Kab. Sumba Timur
Sekitar 20 siswa Sekolah Dasar Inpres (SDI) Maulumbi, Kecamatan Kanbera, Kabupaten Sumba Timur, setiap pagi harus berenang mengarungi aliran sungai yang deras untuk bisa mencapai sekolahnya. 

Mereka harus telanjang saat berenang agar pakaian seragam dan bukunya tidak basah. Mereka harus bertarung melawan bahaya ancaman bintang buas seperti buaya yang sewaktu-waktu bisa muncul.

https://i0.wp.com/data.tribunnews.com/foto/bank/images2/Siswa-SD-Sumba-Timur-Renangi-Sungai.jpg
3. Perjuangan anak sekolah di Desa Colombia
Ini tidak terjadi di negara kita namun semangatnya tuk meraih ilmu begitu besar dan patut diacungi jempol, mereka naik Zipline dan  tampak dari foto sangat tinggi, dengan panjang zipline mencapai 400.m dan mereka meluncur dengan kecepatan mencapai 62 km/jam… Wouwwww…Luar Biasa…

Dengan melihat dan membaca sekilas perjuangan anak-anak ke sekolah yang begitu besar dan terkadang sampai mengorbankan nyawanya tuk mencari ilmu demi bekal dimasa depan, maka sepatutnyalah kita kaum pendidik perlu mencurahkan perhatian lebih kepada mereka.

Jangan sampai anak-anak di kelas hanya diberi Lembar kerja Siswa (LKS), atau disuruh menulis buku pelajaran, sedangkan sang guru enak-enakan bercakap-cakap dengan temannya atau membaca koran.

Mari kita mulai dari sekarang mumpung dalam suasana tahun ajaran baru, tunjukkan profesionalitas kerja kita demi kemajuan anak bangsa.

Sumber: http://lorongdunia.blogspot.com, http://forum.detik.com,http://yepiye.wordpress.com

Iklan

37 Komentar (+add yours?)

  1. difa
    Jan 09, 2012 @ 13:07:57

    Subhanalloh, sungguh luar biasa perjuangan mereka untuk menuntut ilmu.
    Apakah tidak ada dana dari pemerintah untuk membangun sebuah jembatan? padahal anggaran 2M sudah disiapkan untuk merenovasi WC di gedung wakil rakyat.
    Sungguh ironis… 😥

  2. SDN Pengambangan 3 Banjarmasin
    Sep 07, 2011 @ 11:50:18

    Wahhhh, mereka hebat sekali. Saya benar-benar tidak ada apa2nya jika dibanding mereka. Padahal, saya yang dengan mudah pergi ke sekolah justru sering malas-malasan. Tapi mereka, subhanallah….

  3. ahmad fauzi
    Agu 07, 2011 @ 22:46:08

    Salam kenal pak guru, berbahagialah anak – anak yang sekolahanya dekat dan aksesnya tidak jauh…

    • kangmartho
      Agu 09, 2011 @ 21:39:24

      salam kenal kembali…
      tentu dengan jarak yang dekat semoga menjadikan semangat tuk bersekolah

  4. bchree
    Agu 03, 2011 @ 06:53:54

    mana posting terbarunya pak?
    lagi sibuk darusan yach??? 😆 👿 😛

  5. www.edumediatama.wordpress.com
    Jul 23, 2011 @ 14:32:58

    makasih inspirasinya

  6. www.edumediatama.wordpress.com
    Jul 23, 2011 @ 14:25:28

    terima kasih ilmunya
    untuk mendapatkan rpp silabus kkm ktsp bse silakan kunjungi kami di http://www.edumediatama.wordpress.com

  7. ayomendidik
    Jul 22, 2011 @ 19:03:34

    posting terbarunya mana pak?
    :mrgreen: 🙄 😆 😛 😈

  8. diah
    Jul 20, 2011 @ 10:10:22

    betul kang saya setuju,agar pendidikan para murid sesampai disekolah lebih diperhatikan.mengingat mereka berangkat penuh semangat untuk menuntut ilmu untuk masa depannya.

  9. Siti Fatimah Ahmad
    Jul 19, 2011 @ 12:08:48

    Assalaamu’alaikum wr.wb, Kang Martho…

    Allahu Akbar wa Subhanallah. Saya jadi menitis air mata melihat perjuangan anak-anak ini ke sekolah terutama di Indonesia. Sangat mengharukan dalam sebuah negara yang sudah merdeka dan moden, masih ada anak-anak yang bertarung nyawa untuk menghidupkan hatinya mengejar ilmu.

    Guru sepatutnya lebih bersemangat dalam mendidik agar anak2 ini nantinya bisa berjaya dan tabah mengharungi kehidupan. Di Malaysia, juga terdapat kondisi anak-anak ke sekolah seperti itu. Mereka meredah sungai tetapi bukan kayak di atas, untuknya mereka ada perahu. Ahh… mudahan anak2 itu nanti bisa jadi manusia berguna di masa depan.

    Semoga kita bisa menjadi guru sebenar guru, ke sekolah tidak jemu mengajar tidak lesu.

    Salam mesra dari Sarikei, Sarawak.

    • kangmartho
      Jul 20, 2011 @ 14:38:36

      Wa’alaikum salam Bun
      Apa yang dipaparkan di atas adalah sebagian kecil dari perjuangan siswa/i tuk menuntut ilmu, yang tentunya supaya menjadi penyemangat semua insan pendidik naik guru maupun murid tuk tetap mengejar ilmu walaupun kondisi kurang menguntungkan demi masa depan.
      Benar Bund.. dari kondisi seperti ini seharusnya semangat guru dalam menelurkan ilmunya akan terus termotivasi

      salam dari pegunungan jenggrong

  10. saipuddin
    Jul 18, 2011 @ 21:40:31

    mudah-mudahan semangatnya tidak akan pernah luntur. Terus Semangat !! 🙂

  11. Marchei Riendra
    Jul 14, 2011 @ 11:43:08

    Aduuuh miris sekali pak saya bacanya….
    Di Indonesia masih banyak yang untuk mengakses ke sekolah saja masih sulit. 😕
    Padahal duu saya saat sekolah siap di antar jemput. Bagaimana ya caranya agar akses pendidikan anak di Indonesia bisa merata. sepertinya masih hanya angan2.

    • kangmartho
      Jul 16, 2011 @ 23:10:42

      lha inilah potret negeri kita, semoga ini menjadi penyemangat para guru tuk mengajar lebih profesional

  12. admin majalah suara pgri
    Jul 13, 2011 @ 20:26:07

    tadi pagi udah tak koment tidak dimoderaasi yach?
    gmn kalau artikel ini sy paste ke MSP

  13. Muhammad Rifyal
    Jul 13, 2011 @ 09:58:24

    Ternyata kita sangat kecil bila dibandingkan dengan mereka dalam perjuangan menuju ilmu, salut abis deh. Salam kenal.

  14. majalah suara pgri
    Jul 13, 2011 @ 05:57:03

    gmn kalau kita buat naskah di majalah suara pgri pak?

  15. ayomendidik
    Jul 13, 2011 @ 05:53:41

    luar biasa …. anak2 yang hebat … semoga gurunya benar2 mengajar mereka dengan sepenuh hati …..

    • kangmartho
      Jul 13, 2011 @ 21:03:06

      Sepakat…. semoga dengan tulisan ini bisa menggugah semangat kita para pendidik

  16. Haitamy
    Jul 11, 2011 @ 20:48:05

    Ayah saya pernah bercerita bagimana dulunya beliau berjuang utk sekolah, mencari makan sendiri, menumpang truk utk kesekolah. Karena cerita beliau, saya merasa seperti tidak menghargai tentang apa yang saya dapatkan sekarang. padahal fasilitas dan akses pendidikan yang saya dapatkan sangat mudah dan gampang. Tapi akhirnya saya mengambil pesan moral dari cerita ayah saya bahwa sanya kita harus serius dalam bersekolah, krn kita salah satu org yang beruntung. Masya Allah.

    • kangmartho
      Jul 13, 2011 @ 21:04:22

      Saya pribadi sangatlah bangga pada ayah Anda, semoga Anda seperti beliau kelak,pantang menyerah dan sabar menghadapi cobaan

  17. Merliza
    Jul 11, 2011 @ 11:19:50

    luar biasa.. semoga membuka mata pemerintah..
    tapi gimana caranya ya, melalui tulisan yang ada di blog, lalu pemerintah jadi awas terhadap permasalahan rakyat kecil ?!?!

    • kangmartho
      Jul 11, 2011 @ 13:54:06

      ya semoga lewat tulisan ini pemerintah jadi lebih peduli terhadap nasib anak didik

  18. M Mursyid PW
    Jul 10, 2011 @ 21:08:16

    Sepakat banget dengan bagian akhir postingan ini, Kang. Tidak selayaknya kita menyia-nyiakan perjuangan anak didik kita.

  19. sukolaras
    Jul 10, 2011 @ 21:06:47

    Kunjungan balik dari Sukolaras 😯

%d blogger menyukai ini: