Indahnya…. Mendampinginya Berpuasa

Alhamdulillah… Yulfrin 9 tahun (anak pertama saya) Ramadhan ini memasuki tahun ke dua puasa penuh. Berbagai godaan yang menimpa dapat dia patahkan diantaranya banyak teman-temannya di lingkungan sekitar hanya mampu setengah hari namun dia tidak mau ikut-ikutan, ku salut atas peranan bundanya yang dengan sabar mendampinginya tuk tetap semangat menunaikan salah satu rukun islam ini.

Berbagai caraΒ  kami gunakan agar putra putri kita tetap semangat dalam menunaikan puasa,Β  diantaranya sebagai berikut :

1. Ajak mereka menyiapkan menu ta’jil

Anak sangat menyukai membuat sesuatu sambil bermain. Anda dapat mengajaknya untuk membuat menu ta’jil misalnya es buah warna-warni atau kue-kue lucu yang dapat disantapnya ketika berbuka (ini bukan hanya untuk anak perempuan saja). Hal ini dapat membuatnya semakin mencintai bulan penuh rahmat ini.

2. Ajak mereka bersama-sama ikut beribadah

Ajak serta anak dalam kegiatan beribadah Anda seperti salat, mengaji, dan berinfak serta zakat. Biasakan menjalankan salat wajib secara berjamaah agar anak pun dapat meniru kebiasaan orang tua.

3. Ajak mereka bermain tuk sekedar melupakan bahwa dia berpuasa

Dunia anak adalah dunia bermain, anak akan lupa waktu bila dia sedang bermain namun bermain tanpa terkontrol tentu tidak baik. Untuk itu peranan orang tua sangatlah penting tuk mengontrol kegiatan bermain anak-anak. Kita bisa mengajak jalan-jalan sore (ngabuburit) atau bermain yang ringan-ringan mis : ular tangga, monopoli, karambol dll.

Dan orang tua memang harus berkorban baik waktu maupun biaya tuk menyemangati anak kita, AGAR SI DIA TIDAKΒ  HANYA TIDUR MELULU SAMBIL BOLAK-BALIK MELIHAT JAM TUK SEKEDAR MENUNGGU WAKTU BERBUKA

4. Jangan lupa beri pujian

Pujian merupakan obat penyemangat bagi anak-anak kita. Bentuk dari pujian itu berbagai macam, ada yang berupa kata-kata atau sampai memberi hadiah berupa benda maupun uang

Semoga tips sederhana ini berguna bagi semua teman-teman semuanya.

 


Iklan

28 Komentar (+add yours?)

  1. Ely Meyer
    Agu 12, 2011 @ 21:27:15

    wah .. salut sama dek Yulfrin .. hebat bgt πŸ™‚

  2. Aulia
    Agu 10, 2011 @ 15:59:41

    walaupun belum bekeluarga, setidaknya cerita/nasihat di atas bisa untuk persiapan saat berkeluarga nanti :mrgreen:

  3. Fonega
    Agu 09, 2011 @ 05:35:37

    hahaha jadi inget dulu ngerengek rengen minta ga puasa lagi,, ga tahan padahal udah jam 3 hahaha πŸ˜₯ πŸ˜₯

    • kangmartho
      Agu 09, 2011 @ 22:04:16

      pernah sih Yulfrin tahun lalu bersikap demikian… tapi langsung saya ajak naik motor jalan2 keliling kampung jadi lupa deh sama lapernya

  4. Rahad 2 Six
    Agu 08, 2011 @ 14:19:24

    kalo dulu waktu puasa saya seringan maen kelereng di pinggir jalan, lumayan jg bisa lupa sama lapernya :mrgreen:

    • kangmartho
      Agu 09, 2011 @ 22:02:51

      kalau saya dulu bermain di sungai nyari ikan, bila badan letih langsung nyebur dan menyelam tapi tidak sambil minum air lho

  5. Marchei Riendra
    Agu 08, 2011 @ 10:54:13

    Karena saya belum menikah, apalagi punya putra dan putri, jadi saya akan menerapkan ini untuk diri saya sendiri :mrgreen:
    1. Ajak teman beli ta’jil bareng, syukur2 temen yang baik hati biar dibayarin sekalian πŸ˜†
    2. Ajak teman ikut teraweh ke masjid. Selain ada temannya, menambah pahala, juga irit bensin. :mrgreen:
    3. Ajak teman bermain bersama. Berhubung mainan saya sekarang yang ada cuma monopoli yang udah butut, jadi saya akan ajak mereka main. syukur2 kalo mereka sewa-menyewanya pake duit beneran. hehehehe
    4. Terimakasih untuk pujiannya Kangmartho, saya tau ini kreatip banget
    (loh…. ini muji diri sendiri deng. kekekekeke) πŸ˜†

    • kangmartho
      Agu 09, 2011 @ 22:01:13

      kok hanya teman aja yang diajak, coba sekali-kali orang tua yang diajak atau Kang martho makin tambah asyik deh puasanya πŸ˜† πŸ˜† πŸ˜†

  6. CBI
    Agu 08, 2011 @ 07:33:17

    indahnya beribadah bareng keluarga,, mudah-mudahan masuk surganya juga barengan juga.. Amiin

  7. Kakaakin
    Agu 07, 2011 @ 23:43:27

    Subhanallah…
    Udah bisa puasa penuh ya. Semoga selalu mendapatkan kesehatan dari Allah Ta’ala πŸ™‚

    • kangmartho
      Agu 09, 2011 @ 21:57:38

      Alhamdulillah mbak sampai saat ini Yulfrin masin kuat puasa penuh..
      Bahkan kemarin Bundanya g tega saat melihat dia berjalan kepanasan sepulang dari sekolah sambil menuntun sepedanya yang rantainya lepas….padahal jarak dari sekolah kurang lebih 2 Km.
      Namun dia bersikukuh tetap berpuasa sehari penuh…

  8. Siti Fatimah Ahmad
    Agu 07, 2011 @ 06:01:11

    Assalaamu’alaikum wr.wb, Kang Martho…

    Apa khabar ? Didoakan sihat dan dimudahkan Allah dalam urusan pelaksanaan puasa buat diri dan keluarga. Senang dapat kembali menyapa di bulan barakah ini. Semoga ibadah kita diredhai Allah.

    Membaca tips2 hasil pengalaman Kang Martho sangat mengesankan buat saya yang tentunya juga punya anak seusia Yulfrin. Alhamdulillah, Akram juga berfikiran seperti Yulfrin dan dapat mengatasi tantangan yang ada di sekelilingnya. Hanya hari pertama sahaja dia berpuasa setengah hari kerana demam masih belum sembuh. Sejak hari kedua hingga kini, dia berpuasa penuh walau ada juga harinya yang begitu menggugaj jiwanya.

    benar mas, dukungan dan semangat dari orang tua sangat penting dalam mendidik anak2 berpuasa. Mudahan orang tua bisa berperanan untuk menjayakan misi pelatihan anak-anak untuk berpuasa sejak kecil agar mereka tahu tanggungjawab dan kewajiban tentang berpuasa ini.

    Salam Ramadhan dan mesra selalu dari Sarikei, Sarawak. πŸ˜€

    • kangmartho
      Agu 09, 2011 @ 21:53:00

      Wa’alaikum Bunda…
      Sebelumnya kami mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa.
      tips di atas adalah warisan dari orang tua, yang cenderung gigih menyemangati saya terutama yg pada waktu itu terkadang bandel, namun dengan tips di atas lama2 puasa tiada terasa.
      Salam ramadhan dari pegunungan Jenggrong

  9. Guusn
    Agu 07, 2011 @ 05:27:46

    memang mas, anak sekarang kalau puasa maunya setengah hari, kalau magrib pasti ngeluh.

    tips yg bagus mas.

    • kangmartho
      Agu 09, 2011 @ 21:49:15

      gitu ya … jadi saya patut bersyukur bila putri kami udah mampu puasa penuh dan tahan godaan kondisi lingkungan sekitar

  10. Mbah Jiwo
    Agu 06, 2011 @ 21:56:32

    πŸ˜† Alhamdulillah, perlu disyukuri mas…

    Saya ada teman di Malang, yang untuk mengkondisikan anak2nya, sampai mendesain ulang rumahnya. Dikasih balon, tulisan dll seperti ULTAH, dengan tulisan dan pernak pernik ramadhan…

    πŸ™‚ Latihan!!

    • kangmartho
      Agu 09, 2011 @ 21:47:18

      bener Pak… saya juga berusaha mendesain rumah sebisa mungkin dan berusaha menjadi pelayan bagi anak2 dan juga temennya…
      Makasih atas.. inspirasinya

  11. loewyi
    Agu 06, 2011 @ 21:33:50

    Wah… ya meskipun aku masih belum punya anak, nikah aja juga belum, tapi tak mengapa biar ntar kalo dah waktunya bisa dipraktekkan. πŸ˜€

    • kangmartho
      Agu 09, 2011 @ 21:45:04

      tips ini saya kira tidak hanya bagi yg udh berkeluarga saja, namun yg bujangan bisa untuk diterapkan kepada adik atau saudara muda lainnya..

  12. bchree
    Agu 05, 2011 @ 11:18:49

    tipsnya kereeeeeeeeeeeeeeeen bisa dipraktekkan untuk orang tua lain,
    semoga banyak anak yang meniru dik yulfrin ….
    sy usul tambah tipsnya pak …
    beri tahu tujuan puasa dan pahala serta manfaat bagi kita terutama untuk kesehatan badan, tentunya dengan bahasa dongeng πŸ˜€ πŸ˜€

  13. saipuddin
    Agu 04, 2011 @ 16:01:48

    bisa saya terapkan untuk adik saya, yang sulit untuk berpuasa. πŸ˜‰
    terimakasih mas πŸ™‚

    • kangmartho
      Agu 05, 2011 @ 03:24:44

      Saya sangat bangga bila punya Kakak seperti Anda yang sangat peduli pada adik tercinta SIIP

  14. Dodi Faedlulloh
    Agu 03, 2011 @ 12:14:52

    Hehe, jadi ingat, saat saya masih kecil kedua orang tua saya melakukan hal yang sama untuk mengajak saya berpuasa. πŸ™‚

    • kangmartho
      Agu 05, 2011 @ 03:23:07

      Gitu Ya… tips ini juga diterapkan pada saya juga dulu dan tak ada salahnya bila diwariskan turun menurun πŸ˜€ πŸ˜€ πŸ˜€

%d blogger menyukai ini: